Ringkasan Pembahasan :
- Untuk Grade Nilai Bisa Menggunakan IF Tunggal atau IF Bertingkat
- Rumus IF Untuk Menentukan Grade Nilai : =IF(G5>90;”A”;IF(G5>80;”B”;IF(G5>70;”C”;IF(G5>60;”D”;”E”))))
- Grade Nilai Dengan IF bisa menambahkan warna otomatis
- Grade nilai dengan rumuss IF dan warna otomatis : =IF($I5=”Lulus”;1;0)
Apakah pernah melihat pada daftar nilai justru muncul huruf A, B, C bahkan D atau sampai E. Tenang ini merupakan pengolahan nilai yang memang sering digunakan. Jika memang pengolahan nilai dilakukan dalam Excel maka nilai A, B, C atau D ini bisa ditampilkan dengan sangat mudah. Prosesnya akan memanfaatkan satu rumus Excel yang sangat populer yaitu IF.
Rumus IF Untuk Menentukan Grade Nilai
Dilansir dari MA’SOEM University.ac.id disebutkan bahwa sistem grade dapat digunakan untuk mengukur capaian akademik secara terstruktur dan objektif. Secara umum sistem grade nilai ini menggunakan huruf sebagai representasi pencapaian akademik. Huruf ini akan disusun mulai dari A, B, C, D dan seterusnya sesuai dengan kebutuhan.
Selanjutnya bagaimana jika kita akan menghitung grade nilai dengan menggunakan rumus Excel. Setidaknya ada 2 rumus Excel yang bisa digunakan untuk menghitung grade nilai ini. Kedua rumus tersebut adalah IF serta VLOOKUP. Konsep yang digunakan memang tidak terlalu jauh berbeda. Hanya saja pada rumus VLOOKUP kita perlu membuat tabel tambahan untuk batasan grade nilai. Khusus pada artikel ini kita akan menentukan grade nilai Siswa dengan menggunakan rumus Excel IF.
Contoh Kasus Menentukan Grade Nilai Dengan Rumus IF
Proses penyusunan grade dengan rumus iF ini tentuk akan disesuaikan dengan batasan yang digunakan. Jadi, prosesnya kita pelru untuk menentukan apakah akan menggunakan rumus IF Majemuk atau justru akan menggunakan IF Bertingkat. Pemilihan rumus tersebut tergantung pada kriteria atau syarat yang digunakan. Tapi secara umum biasanya proses ini akan menggunakan rumus IF Bertingkat.
Dalam artikel ini kita akan bahas 2 contoh kasus saja. Pertama adalah bagaimana cara menyusuan grade nilai Siswa dengan rumus IF. Sedangkan pembahasan kedua kita akan menambahkan warna otomatis pada tabel nilai. Tujuannya supaya kita bisa dengan mudah menemukan data tertentu yang memang dibutuhkan. Karena data tersebut akan secara otomatis berubah warnanya sesuai dengan kriteria yang kita tentukan.
1. Menyusun Grade Nilai Dalam Excel
Contoh pertama kita akan bahas bagaimana cara menyusun grade nilai dalam Excel dengan menggunakan rumus IF. Sebenarnya konsep penentuan grade nilai dalam Excel ini tidak akan jauh berbeda dengan cara menentukan lulus atau tidak. Hanya saja memang hasil dari rumus IF pada contoh ini hanya akan menggunakan 1 huruf saja mulai dari A, B, C, D sampai dengan E.
Silahkan perhatikan gambar berikut ini :

Dalam contoh tersebut sudah ada Tabel nilai siswa mulai dari nama, nilai sampai dengan grade. Penyusunan Grade nilai akan didasarkan pada nilai rata – rata. Batasan yang digunakan pada contoh tersebut adalah sebagai berikut :
- A : >90
- B : >80
- C : >70
- D : >60
- E : <=60
Urutan yang digunakan pada grade nilai telah disusun mulai dari yang terbesar sampai dengan yang terkecil. Rumus Excel yang digunakan tentuk boleh sesuai dengan urutan tersebut dan boleh juga sebaliknya. Tapi yang pasti tidak boleh dilakukan adalah menyusun urutan nilai ini secara acak.
Adapun rumus yang digunakan pada Cell H5 untuk menentukan grade nilai adalah sebagai berikut :
=IF(G5>90;”A”;IF(G5>80;”B”;IF(G5>70;”C”;IF(G5>60;”D”;”E”))))
Rumus ini akan menguji sebuah nilai sesuai dengan urutan grade yang ditentukan. Urutan tersebut akan dimulai dari A sampai dengan E. Batasan yang digunakan tentu saja urutan yang sudah disebutkan. Untuk contoh misalnya urutan pengujian akan menggunakan Cell H7 dengan jumlah nilai 79 maka prosesnya adalah sebagai berikut :
- Apakah nilai >90 ? jawabannya adalah Tidak atau False maka pengujian akan dilakukan pada IF ke dua
- Apakah nilai >80 ? jawabannya adalah Tidak atau False maka pengujian akan dilakukan pada IF ke tiga
- Apakah nilai >70 ? jawabannya adalah Iya atau True sehingga hasil yang ditampilkan untuk pengujian ini adalah C
Dari urutan diatas terlihat bahwa pada prinsipnya semua nilai akan diuji berdasarkan Grade. Jika hasil yang didapatkan adalah FALSE maka pengujian akan dilakukan pada urutan berikutnya. begitu seterusnya sampai dengan proses pengujian menemukan hasil TRUE. Dengan hasil TRUE tersebut maka proses pengujian akan selesai dilakukan serta hasil grade dari rumus IF ditampilkan. Jika pengujian tidak menemukan hasil TRUE sampai akhir pengujian maka hasil yang ditampilkan adalah value FALSE
2. Mewarnai Baris Otomatis Grade Nilai
Konsep kedua ini sifatnya hanya tambahan saja, maksudnya tidak ada pengaruhnya pada proses penyusunan grade nilai.Pada pembahasan sebelumnya tentang mewarnai Cell dengan rumus IF rasanya ini bisa kita manfaatkan pada Grade nilai. Seperti yang sudah disebutkan pada penjelasan diatas bahwa Grade Nilai akan menentukan masing – masing perolehan nilai siswa. Untuk menemukan siswa mana saja yang sesuai dengan kriteria atau tidak maka butuh proses yang tidak mudah.Apalagi jika data siswa yang diolah cukup banyak.
Silahkan perhatikan gambar berikut ini :

Pada contoh tersebut terlihat bahwa khusus untuk Siswa dengan perolehan status “Lulus” sudah diwarnai. Warna tersebut akan berjajar secara otomatis pada baris yang memang statusnya “Lulus” saja. Jika ada perubahan pada status maka secara otomatis warnanya juga akan berubah menyesuaikan dengan status tersebut. Manfaatnya adalah kita akan bisa menemukan siswa mana saja yang memiliki status “Lulus” dengan sangat mudah.
Langkah menambahkan warna baris otomatis pada status tersebut adalah sebagai berikut :
- Blok Cell A5 sampai dengan I9
- Klik Tab Home
- Klik : Conditional Formatting
- Klik : New Rule
- Klik : Use a formula to determine which cells to format
- Pada kotak ketik rumus : =IF($I5=”Lulus”;1;0)
- Klik tombol Format
- Klik Tab Fill
- Klik atau pilih warna yang akan digunakan
- Klik : OK
- Klik : OK
Langkah diatas akan menampilkan warna baris otomatis dengan kriteria teks “Lulus”. Ini artinya jika ada teks tersebut muncul pada kolom Status maka secara otomatis warna barisnya akan berubah. Konsep mewarnai baris ini sebenarnya mirip dengan warna Cell otomatis. Hanya saja pada baris otomatis posisi Cell yang diwarnai akan berderet mulai dari kolom pertama sampai dengan kolom terakhir.
3. Contoh File Excel Grade Nilai Siswa
Untuk melengkapi pembahasan berikut ini saya sertakan contoh file Excel. Contoh ini tentu sesuai dengan pembahasan yang telah diuraikan diatas. Pastikan membaca penjelasan diatas terlebih dahulu baru kemudian ambil contoh filenya. Silahkan klik link berikut ini :
Nama File : Grade Nilai Siswa – TanyaExcel.com
Format : .xls
Ukuran : 13 Kb
GDrive : Grade Nilai Siswa
Penutup
Menyusun grade nilai memang akan tergantung pada syarat atau kriteria yang ditentukan. Secara umum kriteria tersebut akan didasarkan pada nilai. Ini artinya setiap perubahan pada nilai Siswa memang akan berpengaruh terhadap penyusunan grade nilai. Perubahan tersebut tentu akan berjalan secara otomatis bukan manual satu persatu.
Untuk rumus Excel memang kita bisa memilih mana yang akan digunakan. Secara umum ada 2 rumus Excel yang bisa digunakan untuk menyusun grade nilai. Rumus pertama tentu saja adalah IF sesuai dengan pembahasan pada artikel ini. Sedangkan rumus kedua adalah VLOOKUP. Bedanya adalah pada VLOOKUP kita perlu menyusun atau menambahkan tabel sebagai dasar atau kriteria penyusunan grade nilai.

