Ada banyak manfaat yang bisa digunakan dari rumus IF terutama pada pengolahan data. Salah satu yang sering menggunakan IF pada pengolahan data adalah menghitung lembur. Konsep perhitungan lembur memang tidak sulit hanya saja kita perlu menyesuaikan rumus IF dengan ketetapan lembur. Karena seperti yang sudah kita ketahui bahwa perhitungan lembur sudah ditentukan.
Rumus IF Untuk Menghitung Lembur Berdasarkan Jam Masuk dan Jam Pulang
Untuk menghitung lembur dalam Excel menggunakan rumus IF tentu saja ada 2 hal penting yang perlu dipahami. Pertama adalah mengetahui bagaimana cara menggunakan rumus IF serta yang kedua memahami ketetapan lembur yang telah diterbitkan oleh pemerintah.
Pemilihan rumus IF juga menjadi sangat penting karena tentu perlu untuk menyesuaikan dengan jumlah kriteria yang akan digunakan. Seperti yang sudah dijelaskan pada beberapa artikel sebelumnya bahwa IF ini dibagi kedalam tiga jenis. Pertama adalah IF Tunggal, kedua adalah IF Bertingkat dan ketiga adalah IF Majemuk. Khusus untuk perhitungan lembur kita akan menggunakan rumus IF Tunggal saja.
Ketetapan Perhitungan Lembur
Sebelum membahas rumus Excel untuk menghitung lembur mari kita bahas sedikit tentang ketetapan lembur. Ini sangat penting untuk dilakukan karena konsep pada perhitungan lembur perlu untuk menyesuaikan dengan ketetapan tersebut.
Dilansir dari hukumonline.com Perhitungan lembur dibagi kedalam 2 jenis yaitu lembur untuk hari libur dan lembur untuk hari kerja. Hari libur ini termasuk juga tanggal merah atau libur nasional. Silahkan perhatikan gambar berikut ini :

Dalam gambar tersebut terlihat bahwa ketetapan untuk perhitungan lembur adalah sebagai berikut :
Lembur untuk hari kerja :
- 1 Jam pertama x 1,5
- Jam berikutnya x 2
Lembur untuk hari libur :
- 8 Jam pertama x 2
- 1 Jam selanjutnya x 3
- Jam berikutnya x 4
Lembur untuk hari libur sebenarnya dibagi kedalam 2 jenis yaitu lembur untuk 5 hari kerja serta lembur untuk 6 hari kerja. Perbedaannya hanya ada pada jam pertama saja yaitu untuk lembur dengan 5 hari kerja yang diambil adalah 7 jam pertama sedangkan untuk lembur dengan 6 hari kerja yang diambil adalah 8 jam pertama. Khusus pada artikel ini saya hanya akan membahas lembur untuk 5 hari kerja saja karena bedanya tidak terlalu jauh.
Rumus Excel Untuk Menghitung Lembur
Selanjutnya mari kita bahas rumus yang digunakan untuk menghitung lembur. Konsep yang digunakan memang masih terpisah antara lembur untuk hari libur dengan lembur untuk hari kerja. Inilah mengapa saya hanya menggunakan IF Tunggal saja.
Silahkan perhatikan gambar berikut ini :

Dalam gambar tersebut terlihat bahwa perhitungan lembur sudah disusun mulai dari input jam kerja sampai dengan jumlah lembur yang akan dibayarkan. Sebelum mendapatkan jumlah lembur yang dibayarkan kita perlu untuk menghitung jumlah jam lemburnya terlebih dahulu. Untuk rumus yang digunakan mari kita bahas satu persatu sesuai dengan urutan table diatas.
1. Rumus Menghitung Jumlah Jam Kerja
Pertama mari kita susun rumus untuk menghitung jam kerja. Jumlah jam kerja ini merupakan selisih dari jam masuk serta jam pulang. Jumlah jam inilah yang nantinya digunakan sebagai dasar penentuan apakah ada jam lembur atau tidak.
Rumus IF untuk menghitung jam kerja pada kolom D adalah sebagai berikut :
=IF(B5>TIME(8;0;0);(C5-B5)24;(C5-TIME(8;0;0))24)
Hasil dari rumus ini hanya akan menghitung jumlah jam kerja saja. Setiap jam in atau jam out berubah maka kolom ini juga akan ikut berubah mengikuti selisih dri kedua jam tersebut. Rumus menghitung jam kerja untuk hari libur atau hari kerja tetap sama.
2. Rumus Menghitung Jam Lembur
Jam lembur ini akan dihitung berdasarkan kolom jumlah jam kerja. Mohon dicatat bahwa saya menghitung jam lembur mulai dari 17.00 sesuai dengan hari kerja yaitu senin sampai dengan jum’at. Selain itu bagian ini juga akan dikurangi dengan 1 jam yaitu istirahat. Rumus untuk hari kerja dan hari libur akan berbeda.
Rumus menghitung jam lembur hari kerja adalah sebagai berikut :
=IF(D5>9;D5-1-8;0)
Selanjutnya rumus menghitung jem lembur hari libur adalah sebagai berikut :
=IF(C10>TIME(12;0;0);D10-1;D10)
Perbedaan rumus tersebut karena status harinya saja. Untuk hari kerja biasa perhitungan jam lembur harus dikurangi dengan jumlah jam kerja normal serta 1 jam istirahat. Sedangkan untuk rumus jam lembur hari libur tidak perlu dikurangi dengan jam kerja karena seluruh jam masuk bekerja adalah jam lembur. Hanya saja untuk hari libur jika melewati jam 12 akan dikurangi 1 jam istirahat.
3. Rumus Lembur Kelipatan 1,5
Rumus kelipatan lembur yang pertama adalah 1.5 dan ini hanya berlaku untuk lembur pada hari kerja biasa atau untuk hari libur tidak ada kelipatan ini. Seperti yang terlihat pada table diatas bahwa untuk hari libur memang tidak muncul jam karena khusus untuk hari libur langsung dikalikan dengan kelipatan 2.
Rumus untuk menghitung lembur kelipatan 1,5 pada kolom F adalah sebagai berikut :
=IF(E5>=1;1;E5)
Rumus ini akan menghitung lembur sesuai dengan ketentuan yaitu jika jam lembur lebih dari 1 maka Cell hanya akan diisi dengan angka 1 saja. Sedangkan jika lembur kurang dari 1 maka angka tersebutlah yang akan muncul pada Cell ini.
4. Rumus Lembur Kelipatan 2
Kelipatan selanjutnya yang akan kita hitung adalah 2 dan jumlah jam pada Cell tentu akan dikalikan dengan angka 2 tersebut. Untuk kelipatan ini berlaku bagi lembur hari kerja serta lembur hari libur. Konsep yang digunakan memang berbeda yaitu sisa jam lembur serta angka 8.
Rumus yang digunakan untuk menghitung lembur kelipatan 2 hari kerja biasa adalah sebagai berikut :
=E5-F5
Sedangkan rumus yang digunakan untuk menghitung lembur kelipatan 2 hari libur adalah sebagai berikut :
=IF(E10>=8;8;E10)
Rumus pertama hanya akan menghitung atau menampilkan sisa jam lembur saja setelah dikurangi dengan angka 1. Sesuai dengan ketetapan bahwa lembur hari kerja biasa hanya ada 2 saja yaitu 1 jam pertama dikalikan dengan 1,5 dan jumlah jam selanjutnya akan dikalikan dengan 2.
Rumus kedua akan menghitung 8 jam pertama dikalikan dengan 2. Jika lembur kurang dari 8 jam maka angka tersebut akan dikalikan dengan 2. Sedangkan jika jam lembur lebih dari 8 atau sama dengan 8 maka Cell ini hanya akan menampilkan angka 8 saja.
5. Rumus Lembur Kelipatan 3
Rumus selanjutnya adalah keliptan 3 dan kelipatan ini hanya dihitung untuk lembur hari libur saja. Ketetapan untuk kelipatan ini adalah 1 jam saja, maksudnya Cell ini hanya boleh diisi dengan angka 1 atau kurang dari 1 saja.
Rumus yang digunakan untuk menghitung lembur kelipatan 3 ini adalah sebagai berikut :
=IF(E10>=9;1;E10-G10)
Jika jumlah jam lembur lebih atau sama dengan 9 maka pada Cell ini hanya akan diisi dengan angka 1 saja. Selain kondisi tersebut maka Cell ini akan diisi dengan jumlah sisa jam lembur setelah dipotong dengan 8 jam. Misalnya 0,5 atau angka lain dibawah dengan angka 1.
‘6. Rumus Lembur Kelipatan 4
Pada perhitungan lembur ini merupakan kelipatan yang paling tinggi. Silahkan bayangkan, pada bagian ini jam lembur akan dikalikan langsung dengan 4. Adapun rumus IF untuk menghitung kelipatan 4 pada kolom I adalah sebagai berikut :
=IF(E10>9;E10-F10-G10-H10;0)
Rumus ini hamper sama dengan kelipatan 2 pada lembur hari biasa, yaitu akan menghitung seluruh sisa jam lembur setelah dikurangi dengan kelipatan 2 serta 3. Seperti pada ketetapan diatas bahwa urutan kelipatan untuk lembur hari libur adalah 2, 3 serta yang terakhir adalah 4.
7. Rumus Jumlah Lembur dan Jam Lembur
Selanjutnya rumus yang terakhir adalah untuk menghitung jumlah lembur serta jam lembur. Jumlah jam lembur adalah perkalian antara angka yang Sudah kita hitung dengan masing – masing kelipatannya. Sedangkan jumlah lembur adalah perkalian antara jumlah jam lembur dengan upah lembur per jam. Upah lembur per jam adalah jumlah gaji pokok dan tunjangan tetap per bulan dibagi dengan 173.
Rumus yang digunakan untuk menghitung jumlah jam lembur pada kolom J adalah sebagai berikut :
=(F5$F$4)+(G5$G$4)+(H5$H$4)+(I5$I$4)
Sedangkan rumus yang digunakan untuk menghitung jumlah lembur pada kolom L adalah sebagai berikut :
=(K5/173)*J5
Dua rumus ini merupakan langkah terakhir pada perhitungan lembur karena angka jumlah lembur tersebutlah yang akan dibayarkan. Untuk jumlah gaji bisa diubah sesuai dengan gaji yang dibayarkan. Jika kolom Gaji atau kolom K berubah maka jumlah lembur pada kolom L akan otomatis menyesuaikan.
Penutup
Seperti yang terlihat pada penjelasan diatas dari awal sampai akhir bahwa memang rumus IF bisa kita atur untuk menyesuaikan antara ketetapan lembur dengan perhitungannya dalam Excel. Kriteria yang digunakan memang hanya jumlah jam serta jam masuknya saja. Sehingga pilihan rumus IF yang digunakan memang hanya IF Tunggal saja.
Kondisi tersebut akan berbeda jika kita menggabungkan rumus IF lembur hari libur dengan hari kerja pada satu Cell yang sama. Konsep yang disusun secara umum tetap sama saja tapi rumus akan berubah karena ada penambahan kriteria. Khusus untuk kondisi ini akan saya bahas dalam satu artikel tersendiri. Semoga bermanfaat.

