IF Untuk Penjumlahan Angka

Rumus IF Untuk Penjumlahan Angka Dengan 2 Pilihan atau Lebih

Kesimpulan pembahasan :

  • Rumus IF fungsi utamanya memang bukan untuk penjumlahkan angka
  • Dalam kondisi tertentu IF juga bisa digunakan untuk mendukung proses penjumlahan angka
  • Rumus IF untuk penjumlahan angka : =IF(H5=”M”;SUM($D$5:$D$9);SUM($E$5:$E$9))
  • Rumus turunan IF yaitu SUMIF untuk penjumlahan angka : =SUMIF($D$5:$D$9;J4;$G$5:$G$9)

Jika belum mendengar rumus IF untuk penjumlahan angka maka saya akan membahasnya dalam artikel ini. Memang seperti yang sudah disebutkan diatas bahwa secara umum fugsi dari IF ini memang tidak berhubungan secara langsung dengan penjumlahan angka. Tapi apakah pernah mendengar penjumlahan angka berdasarkan kolom tertentu atau berdasarkan kriteria tertentu ?

Rumus IF Untuk Penjumlahan Angka Dengan Menggunakan Kriteria

Dalam prosesnya rumus IF terkait dengan penjumlahan angka ini bisa dikategorikan kedalam 2 jenis yaitu SUMIF serta SUMIFS. Kedua rumus tersebut memang fungsinya adalah untuk penjumlahan angka dengan menggunakan kriteria. Kriteria pada rumus IF tersebut akan mengatur proses penjumlahan angka.

Tapi bagian yang akan cukup menarik pada artikel ini adalah saya akan menambahkan rumus IF secara khusus pada proses penjumlahan angka. Tapi tenang, pada urutan kedua kita juga akan tetap menggunakan rumus SUMIF untuk proses penjumlahan angka.

1. Rumus IF Untuk Penjumlahan Dengan Beberapa Pilihan

Pembahasan pertama kita akan menggunakan IF untuk penjumlahan angka dengan menggunakan beberapa pilihan. Konsep penjumlahan angka memang bisa bermacam – macam dan satu diantaranya adalah dengan menambahkan beberapa pilihan. Pilihan tersebutlah yang nanti akan mengarahkan proses penjumlahan.

Untuk contohnya silahkan perhatikan gambar berikut ini :

IF Untuk Penjumlahan Angka Dengan Pilihan

Dalam contoh tersebut sudah ada tabel stok pakaian lengkap dengan ukurannya. Ukuran tersebut dibagi menjadi 2 jenis yaitu “M” serta “L”. Selanjutnya pada tabel disampingnya sudah ada kolom yang digunakan untuk menghitung jumlah pakaian berdasarkan ukuran. Proses penghitungan jumlah pakaian akan dilakukan berdasarkan pilihan pada Cell H5.

Rumus yang digunakan pada Cell I5 tersebut adalah sebagai berikut :

=IF(H5=”M”;SUM($D$5:$D$9);SUM($E$5:$E$9))

Jika pada Cell H5 yang diketik adalah huruf “M” maka rumus IF akan menjumlahkan angka pada kolom “M” atau kolom D. Hasil yang ditampilkan untuk kondisi ini adalah 14 dan angka tersebut merupaan jumlah pakaian dengan ukuran “M”.

Sedangkan jika yang diketik adalah huruf “L” maka rumus IF justru akan menjumlahkan angka yang ada pada kolom “L” atau kolom “E”. Hasil yang ditampilkan adalah 15 dan tentu angka ini merupakan jumlah dari pakaian dengan ukran “L”.

2. Rumus IF Untuk Penjumlahan Angka Dengan Kriteria

Selanjutnya yang kedua kita akan tetap menggunakan rumus IF untuk penjumlahan angka. Hanya saja konsepnya memang sedikit berbeda. Perbedaan itu ada pada kriteria penjumlahan angka. Karena pada contoh kedua ini proses penjumlahan angka akan menggunakan kriteria.

Silahkan perhatikan gambar berikut ini :

IF Untuk Penjumlahan Angka Dengan Kriteria

Pada contoh diatas sudah ada tabel penjualan sepeda motor. Penjualan tersebut dibagi kedalam 2 jenis yaitu Honda serta Yamaha. Selanjutnya pada tabel sebelah kanan kita akan menjumlahkan penjualan berdasarkan 2 jenis sepeda motor tersebut.

Beda antara contoh ini dengan contoh pertama ada pada kolomny. Pada contoh ini angka penjualan ada pada 1 kolom yang sama sehingga kita tidak perlu menggunakan cara seperti pada contoh pertama yaitu IF penjumlahan angka.

Karena kondisi tabelnya berbeda maka kita akan menggunakan rumus SUMIF. Dalam Excel rumus ini dapat digunakan untuk menjumlahkan angka dengan menggunakan kriteria. Hanya saja memang jumlah kriteria yang digunakan pada rumus ini hanya 1 saja atau tidak boleh lebih dari 1.

Adapun rumus yang digunakan pada Cell J6 adalah sebagai berikut :

=SUMIF($D$5:$D$9;J4;$G$5:$G$9)

Rumus ini akan menghutung jumlah penjualan sesuai dengan jenis kendaraan yang diketik pada Cell J4. Jika pada Cell ini yang diketik adalah “Honda” maka angka pada kolom G akan dijumlahkan hanya jenis kendaraan ini saja. Sebaliknya jika yang dipilih adalah “Yamaha” maka jumlah penjualan yang akan ditotalkan adalah jenis sepeda motor Yamaha saja.

Penutup

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa sebenarnya rumus IF fungsi utamanya bukan untuk penjumlahan angka. Hanya saja memang jika penjumlahan angka tersebut menggunakan pilihan entah 1, 2 atau bahkan lebih maka kita bisa menambahkan IF pada proses penjumlahan angka.

Kecuali jika proses penjumlahan angka memang menggunakan kriteria maka sudah disediakan rumus tersendiri. Jika kriteria yang digunakan hanya 1 saja maka silahkan gunakan rumus Excel SUMIF. Sedangkan jika jumlah kriteria pada proses penjumlahan angka tersebut justru lebih dari 1 maka kita bisa menggunakan rumus Excel SUMIFS.

Ade

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *