Apkah Argumen Rumus IF Bisa Dikosongkan

Bagaimana Jika Rumus IF Dikosongkan, Apakah Muncul Error ?

Jika ada yang bertanya apakah rumus IF boleh untuk dikosongkan maka tentu ini perlu untuk dibuktikan. Rasanya menarik untuk kita bahas karena seperti yang sudah disebutkan pada beberapa artikel sebelumnya bahwa rumus ini merupakan satu dari beberapa yang sangat populer. Tapi perlu diingat bahwa secara umum tidak bisa keseluruhan argumen pada rumus Excel bisa dikosongkan.

Apakah Argumen Rumus IF Bisa Dikosongkan ?

Sebelum membahas IF mari kita coba detailkan sedikit terkait dengan cara pengisian argumen rumus Excel. Secara umum argumen rumus Excel dibagi kedalam 2 jenis. Pertama bagian yang perlu untuk diisi bahkan sifatnya menjadi wajib dan kedua adalah bagian yang boleh untuk dikosongkan.

Untuk mengetahui bagian mana yang wajib diisi dan bagian mana yang boleh dikosongkan adalah tanda atau symbol kurung. Coba perhatikan, pada deret argumen rumus Excel pasti muncul bagian yang diberikan tanda kurung dan bagian yang tidak menggunakan tanda kurung.

Dari kedua bagian tersebut argumen yang menggunakan tanda kurunglah yang bisa dikosongkan. Dikosongkan ini artinya tidak perlu diisi. Khusus untuk rumus IF kira – kira bagian mana yang boleh dikosongkan dan apa yang terjadi jika bagian tersebut memang kita kosongkan ?

Argumen Rumus IF Excel

Sebelum kita bahas apa yang akan terjadi jika IF dikosongkan atau tidak kita isi mari kita bahas deret argumen terlebih dahulu. Rumus IF memiliki 3 argumen yaitu logical test, value_if_true dan value_if_false dengan urutan sebagai berikut :

=IF(logical_test; [value_if_true]; [value_if_false])

Berdasarkan penjelasan diatas maka bagian yang bisa dikosongkan pada rumus Excel IF adalah value_if_true serta value_if_false. Sedangkan bagian logical_test sifatnya wajib untuk diisi atau tidak boleh dikosongkan.

Tapi bagian yang paling menarik adalah apa yang akan terjadi jika masing – masing argumen IF tersebut dikosongkan. Inilah yang akan kita buktikan, untuk itu mari kita bahas satu persatu dan membuktikan error apa yang terjadi jika masing – masing argumen dikosongkan.

1. Argumen Logical_test Dikosongkan

Sebenarnya bagian argumen ini memang tidak boleh dikosongkan atau wajib untuk diisi. Tapi kit akan buktikan kira – kira error apa yang akan terjadi jika pada bagian ini benar – benar kita kosongkan. Supaya mudah contoh yang akan digunakan adalah cara menghitung diskon dengan IF dan ini telah kita bahas pada artikel sebelumnya.

Rumus yang digunakan pada pembahasan tersebut untuk menghitung diskon berdasarkan nama barang adalah sebagai berikut :

=IF(B4=”Komputer”;E4*5%;0)

Selanjutnya untuk menguji pengosongan argumen logical_test rumus tersebut akan kita ubah menjadi seperti berikut ini :

=IF(

Rumus IF yang kedua ini mulai dari bagian argumen logical_test telah dikosongkan, setelah menekan tombol Enter maka yang muncul pada Worksheet Excel adalah sebagai berikut :

Logical_test dikosongkan

Pada gambar tersebut terlihat bahwa rumus IF hanya menampilkan Error atau pesan kesalahan “The formula is missing an opening or closing parenthesis”. Karena memang kita belum menyelesaikan keseluruhan penulisan atau pengisian argumen rumus ini. Meskipun kita tambahkan kurung tutup pada deret tersebut tetap saja akan menampilkan pesan kesalahan atau error.

2. Argumen value_if_true Dikosongkan

Selanjutnya yang kedua kita akan mengisi argumen Logical_test tetapi akan mengosongkan value_if_true. Pada kondisi kedua ini deret rumus IF sudah mulai diisi hanya saja memang tetap kurang lengkap. Rumus IF lengkap yang digunakan pada deretnya adalah sebagai berikut :

=IF(B4=”Komputer”;E4*5%;0)

Sedangkan rumus yang akan sebagian dikosongkan atau tidak kita isi secara lengkap adalah sebagai berikut :

=IF(B4=”Komputer”;)

Jika kita kosongkan argumen ini pada rumus IF maka hasil yang ditampilkan pada tabel perhitungan diskon adalah sebagai berikut :

value_if_true dikosongkan

Dari gambar diatas terlihat bahwa hasil yang ditampilkan ada dua yaitu angka 0 ( nol ) serta value FALSE. Jika hasil dari rumus IF ini terpenuhi atau memenuhi syarat maka hasil yang ditampilkan adalah angka 0 ( nol ). Sedangkan jika hasil dari rumus IF ini tidak terpenuhi syaratnya maka hasil yang ditampilkan adalah value FALSE.

3. Argumen value_if_false Dikosongkan

Selanjutnya yang ketiga kita akan mengisi argumen logical_test dan value_if_true sedangkan argumen value_if_false tetap dikosongkan. Pada contoh ketiga ini harusnya hasilnya akan mirip dengan contoh pembahasan kedua.

Adapun rumus ketiga yang akan digunakan tanpa pengisian argumen value_if_false adalah sebagai berikut :

=IF(B4=”Komputer”;E4*5%)

Hasil yang ditampilkan jika argumen value_if_false dikosongkan adalah sebagai berikut :

value_if_false dikosongkan

Dari gambar diatas terlihat bahwa hasilnya memang mirip dengan pembahasan pertama. Hanya saja pada contoh ini khusus untuk hasil TRUE sudah ditampilkan yaitu perkalian jumlah harga dengan persentase Diskon. Sedangkan untuk hasil FALSE hanya akan menampilkan value FALSE saja. Karena memang untuk argumen tersebut masih dikosongkan atau belum kita isi.

Penutup

Dari pembahasan diatas terlihat bahwa untuk rumus IF khusus pada argumen value_if_true serta value_if_false boleh untuk dikosongkan. Sedangkan pada argumen logical_test tidak bisa dikosongkan karena jika argumen ini dikosongkan maka rumus IF akan menampilkan error atau pesan kesalahan.

Hanya saja perlu dicatat bahwa jika value_if_true serta value_if_false dikosongkan maka hasil yang akan tampil hanya berupa angka 0 (nol) atau value FALSE saja. Ini sejalan dengan penjelasan pada artikel sebelumnya bahwa tanpa jika dua argumen ini dikosongkan maka hasil rumus IF hanya value TRUE atau FALSE saja.

Ade

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *