Banyak hal menarik terkait dengan jam kerja dalam Excel. Sebut saja ada perhitungan gaji, lembur, komisi bahkan sampai dengan bonus. Semua hal yang disebut itu akan terkait dengan 1 data saja yaitu jumlah jam kerja. Misalnya bagaimana menghitung lembur dalam Excel jika tanpa ada jumlah jam kerja ? Tentu itu tidak akan bisa dilakukan. Sehingga kita bisa sebut bahwa perhitungan jumlah jam kerja dalam Excel sangat penting untuk kita pahami.
Rumus IF Untuk Menghitung Jam Kerja
Terkait dengan perhitungan jam kerja dalam Excel memang ada banyak rumus yang sering digunakan. Salah satu diantaranya adalah rumus IF. IF ini muncul untuk menyesuaikan beberapa kondisi pada perhitungan jam kerja. Kondisi tersebutlah yang nantinya akan mengatur bagaimana pola perhitungan di dalamnya.
Sebenarnya jika perhitungan jam kerja tidak menggunakan syarat apapun maka prosesnya cukup dengan rumus pengurangan serta perkalian saja. Jam keluar atau jam pulang dikurangi dengan jam datang baru kemudian dikalikan dengan angka 24. Dengan rumus ini maka jumlah jam kerja juga akan otomatis bisa kita tampilkan.
Dalam beberapa kondisi kadang memang muncul syarat atau kriteria pada perhitungan jam kerja. Misalnya saat kita menghitung lembur dalam Excel makan akna muncul beberapa kriteria, apakah lembur dilakukan hari libur atau hari kerja bisa. Inilah bagian menariknya pada rumus IF menghitung lembur karena proses penyusunan alur logika perlu dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada.
1. Menentukan Shift Berdasarkan Jam Kerja
Contoh pertama kita akan menentukan shift berdasarkan jam kerja. Jam kerja yang dimaksud tentu saja adalah jam datang serta pulang. Penentuan jam masuk serta jam pulang memang terkait erat dengan Shift kecuali kita bekerja pada 1 perusahaan yang tidak menerapkan sistem Shift. Jika tanpa shift maka prosesnya memang jauh lebih mudah. Karena pengaturan jam hanya akan bersifat tetap saja setiap harinya.
Silahkan perhatikan gambar berikut ini :

Pada contoh diatas terlihat bahwa untuk menentukan shift cukup dengan input jam masuk bekerja saja. Dengan kata lain setiap jam masuk berubah maka kolom Shift juga akan otomatis menyesuaikan. Supaya Shift bisa muncul otomatis maka kita pasangkan rumus IF.
Adapun rumus IF yang digunakan untuk menampilkan Shift berdasarkan jam kerja adalah sebagai berikut :
=IF(C4>=TIME(18;0;0);”Shift 3″;IF(C4>=TIME(13;0;0);”Shift 2″;”Shift 1″))
Rumus ini akan membagi Shift kedalam tiga bagian. masing – masing Shift akan tergantung pada jam masuk. Jika jam masuk berubah maka perubahan tersebut akan menyesuaikan dengan Shift secara otomatis.
2. Rumus Menghitung Jam Kerja
Selanjutnya yang kedua kita akan menghitung jam kerja berdasarkan jam masuk serta jam pulang. Seperti yang disebutkan diatas bahwa konsep perhitungan jumlah jam ini sangat mudah. Karena kita hanya akan menghitung selisih dari kedua jam tersebut. Lalu, kenapa harus menggunakan rumus IF ?
Silahkan perhatikan gambar berikut ini :

Pada contoh kedua ini kita sudah menghitung jam kerja dengan rumus IF. Proses perhitungan menggunakan kriteria sehingga tidak bisa hanya menghitung selisihnya saja. Adapun rumus menghitung jam kerja yang digunakan pada contoh diatas adalah sebagai berikut :
=IF(C4<TIME(8;0;0);(D4-TIME(8;0;0))24;(D4-C4)24)
Rumus IF digunakan untuk memisahkan dua kondisi. Pertama jika jam masuk yang diinput kurang dari jam 8.0.0 maka yang akan dikurangkan adalah jam pulang dengan jam ini. Sedangkan jika jam masuk lebih dari 8.0.0 maka yang akan dikurangkan adalah jam yang ada. Karena konsep yang kedua ini artinya karyawan datang terlambat.
3. Menentukan Terlambat atau Tidak
Selanjutnya yang ketiga kita akan menghitung jam kerja dan dilengkapi dengan teks “Terlambat” atau “Tidak”. Konsepnya memang sama saja dengan dua contoh sebelumnya hanya saja memang untuk mempermudah kita dalam mendeteksi jam berapa seorang Karyawan datang maka ditambahkan kedua teks tersebut.
Silahkan perhatikan gambar berikut ini :

Dalam gambar tersebut terlihat bahwa kita sudah tambahkan kolom Status. Kolom tersebutlah yang akan menampilkan teks terlambat atau tidak. Khusus untuk rumus pada kolom Jam Kerja tetap sama seperti pada rumus sebelumnya. Sedangkan rumus untuk menampilkan teks terlambat atau tidak pada kolom Status adalah sebagai berikut :
=IF(C4>TIME(8,0,0),”Terlambat”,”-“)
Jika Karyawan datang sebelum jam 8.0.0 maka status pada kolom hanya akan terisi dengan symbol strip ( – ) saja. Sedangkan jika Karyawan datang diatas jam 8.0.0 maka pada kolom ini akan muncul teks “Terlambat”. Teks ini akan memberikan informasi bahwa memang Karyawan sudah datang terlambat. Hanya dengan melihat sepintas saja maka kita pasti akan mengetahui Karyawan mana saja yang datang terlambat.
Penutup
Konsep perhitungan jam kerja memang bisa diatur sesuai dengan kebutuhan. Anggap saja kita hanya mengurangi jam datang dengan jam pulang maka ini juga akan otomatis bisa dilakukan. Perhitungan tersebut tidak menggunakan syarat atau kondisi apapun. Sehingga hasilnya hanya selisih angka dari kedua jamnya saja.
Sedangkan jika perhitungan selisih jam kerja menggunakan syarat atau kriteria maka kita bisa menambahkan rumus IF. Rumus IF inilah yang nantinya akan memisahkan apakah syarat atau kondisi tersebut terpenuhi atau tidak. Kedua konsep perhitungan jam kerja ini memang sangat berbeda tapi tergantung pada kebutuhan. Untuk itu silahkan sesuaikan cara mana yang akan digunakan untuk menghitung jumlah jam kerja.

