- Fungsi IF AND adalah untuk menambah jumlah kriteria pada 1 hasil value TRUE yang sama bukan pada 2 hasil value TRUE
- Konsep gabungan IF AND adalah menyisipkan argumen rumus AND pada IF yaitu pada bagian argumen logical_test
- Cara penggabungan : =IF(AND(logical1; [logical2]; …; [value_if_true]; [value_if_false])
- Contoh penggabungan IF AND : =IF(AND(B5>80;C5>85;D5>85);”Lulus”;”Tidak Lulus”)
Menggabungkan 2 atau lebih rumus dalam Excel memang merupakan hal yang sering digunakan. Tujuannya memang berbeda – beda tergantung pada rumus yang digabungkan. Ada banyak contoh gabungan rumus yang cukup populer dalam dalam. Sebut saja misalnya IF VLOOKUP, ini merupakan gabungan dari dua rumus tersebut dengan tujuan untuk menambah opsi pada pilihan kriteria.
Selain rumus tersebut ada juga gabungan IF AND dan gabungan dua rumus inilah yang akan kita bahas mulai dari konsep, cara sampai dengan contoh penggunaannya.
Konsep, Cara dan Contoh Gabungan IF AND Dalam Excel
Dalam menggabungkan dua atau lebih rumus Excel ada hal penting yang perlu diketahui terlebih dahulu. Hal penting tersebut adalah fungsi dan cara menggunakan rumus yang akan digabungkan. Secara logika bagaimana kita menggabungkan dua rumus Excel sementara masing – masing dari kedua rumus tersebut juga kita tidak bisa menggunakannya ?
Inilah pentingnya kita memahami konsep serta cara menggunakan rumus IF dengan AND. Karena tanpa memahami kedua rumus ini maka rasanya kita akan sedikit kesulitan untuk memahami pembahasan pada artikel ini. Jika belum memahami dua rumus ini silakan buka dan pelajari pada pembahasan artikel sebelumnya. Jika sudah memahami mari lanjutkan ke pembahasan yang lebih detail.
Konsep Gabungan Rumus IF AND
Dalam Excel IF ini dapat digunakan untuk menguji sebuah nilai logika dan akan menghasilkan value TRUE atau FALSE. Jumlah nilai logika pada rumus IF ini memang disesuaikan dengan kebutuhan, bisa 1, 2, 3 dan seterusnya. Masing – masing nilai logika akan menghasilkan 1 value TRUE. Artinya jika menggunakan 1 kriteria maka akan menghasilkan 1 value TRUE. Selanjutnya jika menggunakan 2 nilai logika maka akan menghasilkan 2 value TRUE.
Lalu, bagaimana jika kriteria yang digunakan ada 2 tetapi hanya menghasilkan 1 value TRUE saja ?
Inilah konsep gabungan IF dan AND karena dua rumus ini akan menambahkan opsi pada kriteria rumus IF jika memang hasil value TRUE hanya ada 1 kriteria saja. Rumus AND ini akan menambahkan opsi kriteria pada value TRUE. Tambahan opsi pada kriteria memang perlu untuk diketahui karena dalam kondisi tertentu kita membutuhkan tambahan kriteria. Misalnya rumus IF untuk menghitung lembur.
Dalam perhitungan lembur untuk 1 hasil TRUE ada lebih dari 1 kriteria. Misalnya apakah ada jam lembur tau tidak kemudian apakah jam lembur tersebut dilakukan pada hari kerja atau hari libur. Menggabungkan kedua kriteria tersebut bukan untuk 2 hasil value TRUE melainkan untuk 1 hasil value TRUE saja.
Cara Menggabungkan IF AND
Menggabungkan rumus apapun dalam Excel tidak bisa dilakukan sembarangan karena tetap harus mengikuti urutan argumen dari masing – masing rumus. Konsep gabungan tersebut adalah menyisipkan argumen rumus yang satu pada rumus Excel yang lain. Dalam prosesnya khusus untuk IF AND adalah menyisipkan argumen rumus AND pada salah satu dari argumen rumus IF.
Argumen rumus IF yang digunakan dalam Excel adalah sebagai berikut :
=IF(logical_test; [value_if_true]; [value_if_false])
Sedangkan argumen rumus AND dalam Excel adalah sebagai berikut :
=AND(logical1; [logical2]; …)
Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa cara menggabungkan IF AND adalah menyisipkan argumen AND pada salah satu dari argumen rumus IF. Karena yang akan ditambahkan adalah kriteria maka tentu yang disisipkan adalah argumen logical_test. Sehingga deret argumen pada gabungan IF AND adalah sebagai berikut :
=IF(AND(logical1; [logical2]; …; [value_if_true]; [value_if_false])
Seperti yang terlihat pada deret argumen diatas bahwa logical_test langsung dihilangkan dan diisi dengan argumen rumus AND secara penuh. Ini artinya syarat atau kriteria yang digunakan pada IF AND akan otomatis bisa ditambah lebih dari 1.

Penambahan argumen ini tidak akan mempengaruhi hasil value TRUE. Karena meskipun kriteria bertambah tetap saja hasil value TRUE akan 1 atau tidak bertambah. Konsep ini sebenarnya sudah saya bahas pada artikel sebelumnya dan saya menyebut ini dengan istilah rumus IF Majemuk.
Contoh Kasus Gabungan IF AND
Supaya lebih mudah memahami gabungan IF AND mari kita lihat contoh kasusnya. Contoh ini akan merujuk pada deret argumen IF AND yang sudah dijelaskan diatas. Konsepnya juga tentu sesuai dengan urutan gabungan IF AND. Hanya saja contoh nya tentu akan berbeda – beda.
1. IF AND Untuk Menghitung Jam Lembur
Contoh pertama kita akan menghitung jam lembur dengan menggunakan rumus IF AND. Menghitung lembur memang banyak sekali konsepnya dan yang saya berikan ini hanya salah satu diantaranya saja. Bagian pentingnya adalah tentu dalam konsep kita akan menggunakan IF AND.
Silahkan perhatikan gambar berikut ini :

Dalam contoh tersebut sudah ada beberapa kolom dan satu diantaranya adalah jumlah jam lembur. Jam lembur ini akan ditampilkan berdasarkan jumlah jam kerja. Menariknya adalah ada batasan pada kolom hari. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa perhitungan jam lembur untuk hari kerja dengan hari libur memang berbeda.
Adapun rumus IF AND yang digunakan pada kolom Jam Lembur adalah sebagai berikut :
=IF(AND(B4=”Minggu”;E4<>0);E4;E4-8)
Rumus ini akan memisahkan jam lembur kedalam 2 kondisi. Pertama adalah perhitungan jam lembur untuk hari Senin sampai dengan Sabtu atau hari kerja dan kedua adalah jam lembur untuk hari Minggu. Jika hari adalah senin sampai sabtu maka perhitungan jam lembur kan dikurangi dengan jam kerja terlebih dahulu. Sedangkan jika lembur tersebut adalah hari Minggu maka seluruh jam kerja adalah jam lembur.
2. IF AND Untuk Lulus atau Tidak
Contoh kedua adalah menentukan lulus atau tidak. Dalam Excel perhitungan ini cukup sering ditemukan. Rumus IF untuk menentukan lulus atau tidak adalah inilah solusi mengatasi kebutuhan tersebut. Bagian yang menariknya adalah bagaimana jika kriteria lulus atau tidak tersebut akan terdiri dari 2 atau lebih ?
Silahkan perhatikan gambar berikut ini :

Pada gambar tersebut terlihat bahwa teks Lulus atau tidak ada pada kolom E. Menariknya adalah kriteria untuk munculnya teks lulus pada kolom tersebut adalah 3 nilai mata pelajaran. Ketiga mata pelajaran dengan kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut :
- MTK >80
- IPAS >85
- B. Indo >85
Tiga kriteria yang digunakan diatas semuanya adalah untuk 1 hasil value TRUE yaitu “Lulus”. Ini artinya jika salah satu kriteria tidak terpenuhi maka hasil yang akan muncul adalah “Tidak Lulus”. Untuk contoh misalnya rumus pada Cell E5 adalah sebagai berikut :
=IF(AND(B5>80;C5>85;D5>85);”Lulus”;”Tidak Lulus”)
Pada Cell ini nilai yang didapatkan adalah sebagai berikut :
- MTK : 95,20 = TRUE
- IPAS : 90 = TRUE
- B. Indo : 96 = TRUE
Ketiga kriteria pada mata pelajaran hasilnya adalah TRUE atau terpenuhi. Karena ketiga nilai memenuhi syarat atau TRUE maka hasil dari rumus pertama ini adalah “Lulus”. Sekali lagi munculnya teks “Lulus” karena ketiga kriteria sudah terpenuhi atau TRUE.
Sekarang mari kita lihat contoh kasus kedua pada bagian ini. Rumus IF AND yang digunakan pada Cell E9 adalah sebagai berikut :
=IF(AND(B9>80;C9>85;D9>85);”Lulus”;”Tidak Lulus”)
Berbeda dengan contoh pertama, contoh ini ketiga syarat yang ditentukan tidak seluruhnya terpenuhi. Adapun urutan kriteria pada contoh ini adalah sebagai berikut :
- MTK : 78,95 = FALSE
- IPAS : 98,00 = TRUE
- B. Indo : 70,00 = FALSE
Dari tiga kriteria yang telah ditentukan rumus ini hanya memenuhi 1 kriteria saja yaitu IPAS. Sedangkan MTK dan B. Indo sama sekali tidak terpenuhi. Inilah mengapa hasil yang ditampilkan pada Cell E9 adalah “Tidak Lulus”. Dengan kata lain kriteria yang ditentukan harus seluruhnya terpenuhi baru hasil teks “Lulus” akan muncul.
3. IF AND Untuk Hasil Wawancara
Contoh ketiga kita akan menambahkan teks kedalam salah satu kriterianya. Sebenarnya konsep ini tetap mirip dengan pembahasan sebelumnya. Hanya saja cara pengisian argumen rumus AND pada contoh ini tentu sedikit berbeda. Karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa jika kriteria yang digunakan bukan berbentuk angka maka kita harus menambahkan tanda kutip pada kriteria tersebut.
Silahkan perhatikan gambar berikut ini :

Dalam gambar tersebut sudah ada Tabel hasil wawancara yang menampilkan 3 jenis tes. Tes utama adalah Wawancara dan tes selanjutnya terdiri dari 3 bagian. Hasil yang ditampilkan pada tabel tersebut ada 3 yaitu Interview User, Simpan dan Ditolak. Masing – masing hasil terutama 2 hasil pertama tentu saja memiliki kriteria yang berbeda – beda.
Untuk hasil “Interview User” syarat yang ditentukan adalah sebagai berikut :
- Wawancara : A
- Tes1 : >90
- Tes2 : >80
- Tes3 : >70
Selanjutnya untuk hasil “Simpan” kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut :
- Wawancara : B
- Tes1 : >90
- Tes2 : >80
- Tes3 : >70
Sedangkan untuk hasil “Ditolak” tentu saja jika semua kriteria yang ditentukan dari 2 diatas tidak terpenuhi. Menarik memang membahas ini karena rumus IF yang digunakan perlu menggunakan tambahan konsep IF Bertingkat tidak hanya IF Majemuk saja. Karena hasil untuk value TRUE ada 2 bukan 1 saja.
Untuk contoh hasil “Interview User” ada pada Cell F3 dan rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
=IF(AND(B5=”A”;C5>90;D5>80;E5>70);”Interview User”;IF(AND(B5=”B”;C5>90;D5>80;E5>70);”Simpan”;”Ditolak”))
Silahkan perhatikan, untuk hasil wawancara calon karyawan ini memang semuanya terpenuhi. Pertama hasil wawancara adalah A, hasil Tes1 adalah 92, hasil Tes2 adalah 85 dan hasil Tes3 adalah 80. Karena ketiga syarat yang ditentukan memang bisa terpenuhi maka secara otomatis hasil yang ditampilkan adalah teks “Interview User”.
Selanjutnya contoh kedua untuk hasil “Simpan” ada pada Cell E6 dan rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
=IF(AND(B6=”A”;C6>90;D6>80;E6>70);”Interview User”;IF(AND(B6=”B”;C6>90;D6>80;E6>70);”Simpan”;”Ditolak”))
Untuk hasil calon karyawan ini ada 1 yang tidak terpenuhi yaitu wawancara. Seperti yang sudah ditetapkan diatas bahwa untuk hasil wawancara B memang terpenuhi untuk kondisi atau hasil yang kedua. Karena kondisi tersebutlah statu yang muncul adalah “Simpan” bukan “Interview User”.
4. IF AND Untuk Status Pengiriman Barang
Contoh ini menurut saya merupakan satu dari beberapa contoh yang sangat menarik. Konsep yang digunakan memang tidak terlalu jauh berbeda dengan contoh sebelumnya. Sekarang kita akan menampilkan status pengiriman barang dengan 2 kriteria untuk 1 hasil value TRUE. Dua kriteria tersebut adalah tanggal kirim serta Status Kirim. Sedangkan hasil 1 value TRUE yang akan ditampilkan adalah “Pesanan Selesai”.
Silahkan perhatikan gambar berikut ini :

Pada gamabr diatas kita sudah menyusun tabel untuk data status pengiriman barang apakah sudah selesai atau masih dalam proses pengiriman. Untuk pengisian status apakah pengiriman barang sudah selesai atau belum ada 2 syarat yang perlu dipenuhi. Kedua syarat tersebut adalah sebagai berikut :
- Kolom Tanggal wajib untuk diisi atau tidak boleh dikosongkan
- Kolom status harus terisi dengan teks “Terkirim”
Jika 2 syarat tersebut belum terpenuhi maka status pengiriman barang akan tetap “Pesanan Dalam Proses” bukan “Pesanan Selesai”. Khusus untuk kolom Status Kirim kita tidak perlu mengisinya secara manual karena jika tanggal diisi maka seharusnya secara otomatis kolom ini akan terisi dengan teks “Terkirim”. Rumus yang digunakan untuk mengisi kolom Status Kirim secara otomatis adalah sebagai berikut :
=IF(C4<>””;”Terkirim”;”Dalam Proses”)
Dengan rumus tersebut maka jika tanggal pada kolom Tanggal Kirim sudah terisi akan muncul teks “Terkirim”. Ini artinya syarat pertama pengisian kolom Status Pesanan sudah terpenuhi. Untuk kolom tanggal memang tidak menggunakan rumus atau kita isi secara manual sesuai dengan tanggal pengiriman barang.
Selanjutnya rumus yang digunakan pada kolom E untuk menampilkan status pesanan adalah sebagai berikut :
=IF(AND(C4<>””;D4=”Terkirim”);”Pesanan Selesai”;”Pesanan Dalam Proses”)
Rumus ini akan menampilkan teks “Pesanan Selesai” sesuai dengan 2 kriteria yang sudah disebutkan diatas. Jika salah satu dari kedua syarat tersebut tidak terpenuhi maka secara otomatis teks tidak akan muncul. Inilah fungsi dari gabungan IF AND dimana pemenuhan 2 atau lebih kriteria sifatnya memang wajib.
Misalnya pada Cell E4, kolom tanggal sudah terisi secara lengkap yaitu 20-Feb-2026. Selanjutnya kolom Status Kirim juga sudah terisi dengan teks “Terkirim”. Karena 2 syarat atau kondisi sudah terpenuhi maka secara otomatis pada Cell E4 hasil yang ditampilkan adalah teks “Pesanan Selesai”.
Ini berbeda kondisinya dengan Cell E7. Pada Cell tersebut kolom Tanggal Kirim masih kosong sedangkan kolom Status Kirim sudah terisi dengan teks “Terkirim”. Meskipun sudah muncul teks “Terkirim” tapi tanggal masih kosong maka teks yang akan muncul adalah “Pesanan Dalam Proses” bukan “Pesanan Selesai”. Itu dikarenakan 1 dari 2 kriteria yang ditetapkan belum terpenuhi.
5. IF AND Untuk Validasi Data
Validasi data memang sering digunakan pada pengolahan data. Validasi data ini akan memberikan informasi apakah sebuah deret sudah lengkap atau justru ada bagian yang masih kosong. Menariknya ini akan dilakukan dengan menggunakan gabungan IF AND. Pada rumus AND tersebutlah kita akan menguji bagian mana yang masih kosong.
Silahkan perhatikan gambar berikut ini :

Pada contoh tersebut sudah ada beberapa baris yang perlu untuk diisi. Beberapa baris tersebut adalah Nama, Alamat, Kelas, Nilai dan Keterangan. Syarat yang sudah ditentukan adalah setiap baris tersebut harus diisi atau tidak boleh dikosongkan. Untuk mempermudah validasi data kita akan tampilkan hasil pada Cell E5.
Adapun rumus yang digunakan pada Cell E5 untuk validasi data adalah sebagai berikut :
=IF(AND(C4<>””;C5<>””;C6<>””;C7>0);”Data Lengkap”;”Data Belum Lengkap”)
Pada contoh gambar bagian pertama sebelah kiri hasil yang ditanpilkan adalah “Data Lengkap” karena memang semua baris sudah terisi. Hasil ini berbeda dengan contoh kedua sebelah kanan karena pada contoh ini hasilnya adalah “Data Belum Lengkap”. Pada bagian kedua tersebut memang mash ada baris yang dikosongkan yaitu Kelas. Jika Kelas sudah diisi maka secara otomatis hasilnya akan berubah menjadi “Data Lengkap”.
Penutup
Banyak hal menarik yang memang kita dapatkan dari beberapa bagian pembahasan diatas. Bagaimana konsep gabungan IF AND, caranya juga sudah kita jelaskan bahkan beberapa contoh kasus untuk gabungan dua rumus ini secara detail.
Tapi intinya adalah kita perlu memahami bagaimana cara menggunakan rumus IF dan AND terlebih dahulu. Karena tanpa memahami kedua rumus tersebut maka kita akan kesulitan memahami gabungan IF AND. Selain itu mohon dicatat bagian terpentingnya yaitu fungsi IF AND adalah untuk menambahkan banyak kriteria pada 1 hasil value TRUE.

